Reverse stock split adalah Kebalikan dari stock split, aksi korporasi di mana perusahaan mengurangi jumlah saham yang beredar dengan menggabungkan beberapa saham menjadi satu saham.

Hal ini menghasilkan harga saham yang lebih tinggi namun jumlah saham yang beredar berkurang secara proporsional. 

Tujuan utama reverse stock split adalah untuk meningkatkan harga saham perusahaan, yang dapat membuatnya lebih menarik bagi investor dan mencegah perusahaan tersebut dihapus dari bursa karena harga saham yang rendah.

Contohnya, jika sebuah perusahaan memiliki 10 juta saham beredar dan melakukan penggabungan saham terbalik 1 banding 10, ini akan mengurangi jumlah saham yang beredar menjadi 1 juta dengan menggabungkan setiap 10 saham menjadi satu saham. 

Akibatnya, harga saham perusahaan akan meningkat sepuluh kali lipat, tetapi nilai total saham yang dimiliki oleh setiap pemegang saham akan tetap sama.

Penting untuk dicatat bahwa reverse stock split tidak mengubah nilai fundamental perusahaan atau kinerja keuangannya. Ini hanyalah alat rekayasa keuangan yang digunakan untuk memanipulasi harga saham.

Oleh karena itu, investor harus mengevaluasi dengan cermat kekuatan keuangan dan prospek perusahaan sebelum membuat keputusan investasi.


Baca Juga:

  1. Saham Blue Chip Itu Apa
  2. 1 Lembar Lot Saham
  3. ARA ( Auto rejection Atas)
  4. Analisa Fundamental
  5. Analisa Teknikal Saham
  6. Annual Report Saham
  7. Apa Itu Broker Saham
  8. Apa Itu Delisting Dalam Saham Dan Penyebab nya
  9. Apa Itu Deviden
  10. Apa Itu Indeks Saham 
  11. Apa Itu Pasar Saham
  12. Apakah Investasi Saham 2023 Bisa Rugi
  13. Average Up Strategi Saham
  14. BELAJAR Cara CUAN Main SAHAM IPO Untuk Pemula INVESTASI
  15. Bearish dan Bullish Saham
  16. Bollinger Bands Indikator - New!
  17. Book Value per Share (BVPS) Saham
  18. Breakout Saham
  19. Buyback Saham
  20. Capital Gain Saham
  21. Capital Loss Saham
  22. Cara Berinvestasi Di Pasar Saham
  23. Debt To Equity Ratio (DER) Saham
  24. Dividen April 2023 Saham ITMG, BYAN, HRUM, ADRO, BBRI,BMRI,BBNI,BBCA
  25. Earnings Per Share (EPS)
  26. Frekuensi Saham (F.Buy/F.Sell)
  27. Go Private Saham
  28. IPO/Go Publik Saham
  29. Ichimoku Indikator 
  30. Investasi Saham
  31. Learn how to invest in stocks for beginners [Complete]
  32. Market Cap Saham
  33. Money Management Saham - New!
  34. Moving Average Convergence Indikator
  35. Moving Average Indikator (MA) - New!
  36. Price Earning Ratio ( P/E Ratio ) - New!
  37. Price to Book Value (P/BV) Saham
  38. RUPS Saham
  39. Relative Strength Index Indikator - New!
  40. Return On Assets (ROA) Saham
  41. Return on Equity (ROE) Saham
  42. Reverse Split Saham
  43. Right Issue Saham
  44. Saham Middle Cap
  45. Saham Small Cap
  46. Saham preferen - New!
  47. Saham yang melakukan Stock Split di tahun 2023 - New!
  48. Stochastic Oscillator Indikator - New!
  49. Stock Split Saham
  50. Strategi Average Down Saham
  51. Support dan resistance
  52. Suspend Saham
  53. Teknik Analisa Saham
  54. Tender offer Saham
  55. Tips Memilih Saham 2023 Terbaik Biar Cuan Konsisten
  56. Turnover Saham
  57. Uptrend, Downtrend, dan Sideways
  58. Warrant Saham

#belajarsaham #pintersaham #profesionalinvestor