Money management adalah sebuah proses di mana investor melakukan perencanaan dalam alokasi dana investasi yang dimilikinya yang di dalamnya termasuk alokasi kas, alokasi dana investasi, alokasi dana trading, dan alokasi untuk cadangan kerugian.
Bagaimana Cara Melakukan Money Management
Untuk mulai membuat rencana money management saham, ada beberapa langkah yang bisa kamu ikuti di bawah ini.
Berikut adalah beberapa tips money management saham yang benar:
Tentukan tujuan investasi Anda: Tentukan tujuan investasi Anda dengan jelas, termasuk jumlah uang yang ingin Anda investasikan, jangka waktu investasi, dan risiko yang dapat Anda terima.
Diversifikasi portofolio: Diversifikasi portofolio Anda dengan membeli saham dari berbagai perusahaan di berbagai sektor industri. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko investasi.
Batasi risiko: Tetapkan batas risiko untuk setiap investasi. Jangan berinvestasi terlalu banyak dalam satu saham atau satu sektor industri.
Jangan panik: Jangan panik ketika harga saham turun atau naik tajam. Tetaplah tenang dan analisis situasi dengan tenang. Jangan terburu-buru untuk menjual atau membeli saham.
Patuhi rencana investasi Anda: Patuhi rencana investasi Anda, termasuk waktu dan jumlah investasi yang telah ditetapkan. Jangan tergoda untuk mengubah rencana investasi hanya karena ada saham yang menarik perhatian Anda.
Pertimbangkan biaya investasi: Kamu harus tahu dulu, mana yang lebih ingin kamu fokuskan ketika masuk ke saham, apakah ingin fokus di trading atau ingin fokus ke investasi. Perbedaan fokus ini membuat cara money management setiap orang bisa berbeda tidak terlalu besar sehingga mempengaruhi hasil investasi Anda.
Selalu belajar: Selalu belajar dan memperbarui pengetahuan Anda tentang investasi saham. Ikuti berita dan perkembangan terkini di pasar saham, pelajari strategi investasi yang sukses, dan pelajari dari kesalahan Anda sendiri maupun orang lain
Mengapa Money Management Saham Penting
Tujuan adanya money management saham adalah agar seorang investor atau trader memiliki acuan bagaimana cara yang aman untuk mencapai tujuan investasi mereka.
Tanpa money management, maka bisa saja seorang investor melakukan investasi sebebas-bebasnya untuk mencapai tujuan, tanpa memperhatikan kemungkinan resiko yang timbul.
Resiko yang ada di dalam investasi saham bisa membuat seluruh dana investasi habis. Hal inilah yang membuat mengapa money management saham sangat penting agar investasi/trading yang dilakukan memiliki resiko yang terjaga dengan baik.
Disclaimer On
Contoh Management Investasi saham
1. Cek keuangan perusahaan sehat ✓
2. Hutang perusahaan ×
3. Keuntungan perusahaan sehat ✓
4. Dividen ✓
5. Trend 10th kedepan bakal masih ada nggak ini perusahaan ✓
6. Tentukan menguasai titik harga beli
Contoh:
Investasi saham di cicil
1. Di atas 2000 = sangat mahal
@ Jika diharga ini saya tidak beli,
@ Ini target harga untuk saya menjual,
@ Jika untung 5% saya jual 5%, ambil untung sampai sesuai jumlah modal saya kembali
2.Di bawah 2000 = murah
@ Jika diharga ini budget habis berapa Rp Milyar?
Cicil:
1,900= budget 10jt
1,800=20jt
1,700=30jt
1,600=40jt
1,500=50jt
1,400=60jt
1,300=70jt
1,200=80jt
1,100=90jt
1,000=100jt
3. Di bawah 1000 = sangat murah,
@ jika diharga ini budget habis berapa milyar ?
Cicil:
Diharga 900-1000 = budget 110jt
800-900 = 120jt
700-800 = 130jt
600-700 =140jt
500-600 =150jt
400-500=160jt
300-400 =170jt
200-300 =180jt
100-200 =200jt
Tahap terakhir adalah lakukan evaluasi fundamental perusahaan per 5bln,1th,1,5th,2th dst ikut seperti langkah diawal
Ini hanya contoh money management bukan ajakan mengikutinya
Baca Juga:
- Saham Blue Chip Itu Apa
- 1 Lembar Lot Saham
- ARA ( Auto rejection Atas)
- Analisa Fundamental
- Analisa Teknikal Saham
- Annual Report Saham
- Apa Itu Broker Saham
- Apa Itu Delisting Dalam Saham Dan Penyebab nya
- Apa Itu Deviden
- Apa Itu Indeks Saham
- Apa Itu Pasar Saham
- Apakah Investasi Saham 2023 Bisa Rugi
- Average Up Strategi Saham
- BELAJAR Cara CUAN Main SAHAM IPO Untuk Pemula INVESTASI
- Bearish dan Bullish Saham
- Bollinger Bands Indikator - New!
- Book Value per Share (BVPS) Saham
- Breakout Saham
- Buyback Saham
- Capital Gain Saham
- Capital Loss Saham
- Cara Berinvestasi Di Pasar Saham
- Debt To Equity Ratio (DER) Saham
- Dividen April 2023 Saham ITMG, BYAN, HRUM, ADRO, BBRI,BMRI,BBNI,BBCA
- Earnings Per Share (EPS)
- Frekuensi Saham (F.Buy/F.Sell)
- Go Private Saham
- IPO/Go Publik Saham
- Ichimoku Indikator
- Investasi Saham
- Learn how to invest in stocks for beginners [Complete]
- Market Cap Saham
- Money Management Saham - New!
- Moving Average Convergence Indikator
- Moving Average Indikator (MA) - New!
- Price Earning Ratio ( P/E Ratio ) - New!
- Price to Book Value (P/BV) Saham
- RUPS Saham
- Relative Strength Index Indikator - New!
- Return On Assets (ROA) Saham
- Return on Equity (ROE) Saham
- Reverse Split Saham
- Right Issue Saham
- Saham Middle Cap
- Saham Small Cap
- Saham preferen - New!
- Saham yang melakukan Stock Split di tahun 2023 - New!
- Stochastic Oscillator Indikator - New!
- Stock Split Saham
- Strategi Average Down Saham
- Support dan resistance
- Suspend Saham
- Teknik Analisa Saham
- Tender offer Saham
- Tips Memilih Saham 2023 Terbaik Biar Cuan Konsisten
- Turnover Saham
- Uptrend, Downtrend, dan Sideways
- Warrant Saham